22 RT di Jaktim Masih Banjir, Air Capai 195 Cm

Banjir Rendam Puluhan RT di Jakarta Timur

Sebanyak 22 RT di wilayah Jakarta Timur masih terendam banjir hingga Selasa pagi, 5 Mei 2026. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 195 sentimeter, menjadikan kondisi ini cukup serius bagi warga terdampak.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, genangan tersebar di dua kecamatan utama, yaitu Jatinegara dan Kramat Jati, dengan dampak meluas ke beberapa kelurahan padat penduduk.

Hujan Deras dan Luapan Kali Ciliwung Jadi Pemicu

Banjir dilaporkan mulai terjadi sejak Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 30 cm.

Namun, intensitas hujan yang tinggi disertai meluapnya Kali Ciliwung menyebabkan debit air meningkat signifikan dalam beberapa jam hingga merendam permukiman lebih dalam pada pagi hari.

Wilayah Terdampak Paling Parah

Lima kelurahan utama yang terdampak banjir meliputi Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Balekambang, dan Cililitan.

Kawasan-kawasan ini memang dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama ketika curah hujan tinggi berbarengan dengan peningkatan debit sungai.

Dua Kecamatan Jadi Fokus Penanganan

Kecamatan Jatinegara dan Kramat Jati menjadi wilayah dengan konsentrasi genangan terbesar.

Dengan total 11 RW dan 22 RT terdampak, upaya penanganan darurat menjadi sangat penting untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak lanjutan.

Aktivitas Warga Berpotensi Terganggu

Ketinggian air hingga hampir dua meter tentu berpotensi mengganggu mobilitas, aktivitas ekonomi, hingga akses pendidikan warga.

Selain itu, banjir berkepanjangan juga meningkatkan risiko kesehatan seperti penyakit kulit, infeksi, dan gangguan sanitasi.

Banjir Tahunan dan Tantangan Perkotaan

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa persoalan banjir di Jakarta bukan hanya soal cuaca ekstrem, tetapi juga terkait kapasitas drainase, tata ruang, serta pengelolaan sungai.

Luapan Kali Ciliwung yang berulang menunjukkan perlunya strategi jangka panjang yang lebih terintegrasi.

Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Sangat Dibutuhkan

Dalam kondisi seperti ini, respons cepat dari BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting.

Evakuasi, pemantauan debit air, serta distribusi bantuan menjadi langkah utama untuk melindungi warga di kawasan paling terdampak.

Pengingat Penting soal Mitigasi Bencana

Banjir di Jakarta Timur menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana harus terus diperkuat, terutama di wilayah bantaran sungai.

Dengan kombinasi infrastruktur yang lebih baik, edukasi warga, dan penanganan lingkungan yang konsisten, risiko banjir di masa depan diharapkan dapat ditekan.

Baca Juga : Green SM Disorot Usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus

You may also like...