Transaksi Saham BUMI Tembus Rp6,9 Triliun di Negosiasi
Lonjakan Aktivitas di Pasar Negosiasi
Aktivitas perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencuri perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini. Pada perdagangan saham Senin, 19 Januari 2026, transaksi saham BUMI melonjak signifikan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data RTI, nilai transaksi saham BUMI di pasar negosiasi tercatat mencapai Rp6,9 triliun. Angka tersebut tergolong sangat besar dan menjadi salah satu transaksi negosiasi terbesar di awal tahun 2026.
Lonjakan transaksi ini terjadi di tengah tekanan kuat terhadap harga saham BUMI di pasar reguler, yang menandai tingginya dinamika kepemilikan saham emiten tambang tersebut.
Harga Saham BUMI Anjlok Hampir 25 Persen
Seiring dengan besarnya transaksi di pasar negosiasi, harga saham BUMI mengalami koreksi tajam.
Pada penutupan perdagangan, saham BUMI anjlok 24,89 persen ke level Rp350 per saham. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi terdalam yang dialami saham berkapitalisasi besar pada hari itu.
Sepanjang perdagangan, harga saham BUMI sempat bergerak di kisaran yang cukup lebar, dengan level tertinggi mencapai Rp450 dan terendah menyentuh Rp350 per saham.
Pergerakan ekstrem ini mencerminkan tekanan jual yang kuat sekaligus tingginya volatilitas saham BUMI.
Volume dan Frekuensi Transaksi Negosiasi
Data RTI mencatat transaksi saham BUMI di pasar negosiasi dilakukan sebanyak 13 kali transaksi.
Total volume perdagangan mencapai sekitar 1,82 miliar saham. Volume yang sangat besar tersebut mengindikasikan adanya perpindahan kepemilikan dalam jumlah signifikan.
Perdagangan di pasar negosiasi umumnya melibatkan investor institusi atau pemegang saham besar yang melakukan transaksi di luar mekanisme pasar reguler.
Apa Itu Pasar Negosiasi?
Pasar negosiasi merupakan salah satu mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang memungkinkan transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan langsung antara pihak penjual dan pembeli.
Harga dan jumlah saham dalam transaksi negosiasi ditentukan melalui kesepakatan kedua belah pihak, bukan melalui sistem lelang seperti di pasar reguler.
Mekanisme ini biasanya digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar agar tidak mengganggu pergerakan harga di pasar reguler secara langsung.
Indikasi Perpindahan Kepemilikan
Lonjakan transaksi BUMI di pasar negosiasi sering kali diartikan sebagai indikasi perpindahan kepemilikan saham.
Meski demikian, transaksi tersebut tidak selalu mencerminkan aksi jual massal ke publik, melainkan bisa berupa pengalihan kepemilikan antar investor strategis.
Pasar umumnya menunggu keterbukaan informasi resmi dari perusahaan atau pihak terkait untuk mengetahui detail transaksi tersebut.
Tekanan Psikologis ke Pasar Reguler
Meski transaksi dilakukan di pasar negosiasi, dampaknya tetap terasa di pasar reguler.
Investor ritel cenderung merespons transaksi besar dengan kewaspadaan tinggi, terutama ketika diikuti penurunan harga saham yang tajam.
Hal inilah yang turut menekan harga saham BUMI hingga hampir 25 persen dalam satu hari perdagangan.
Saham BUMI Masih Jadi Magnet Likuiditas
BUMI dikenal sebagai salah satu saham dengan likuiditas tinggi di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan sahamnya kerap menarik perhatian investor karena volume transaksi yang besar serta volatilitas yang tinggi.
Kondisi tersebut membuat saham BUMI sering menjadi pusat aktivitas jangka pendek, baik oleh investor institusi maupun ritel.
Dinamika Saham Energi Awal 2026
Memasuki awal tahun 2026, sektor energi masih berada dalam fase penyesuaian setelah mencatatkan kinerja kuat sepanjang tahun sebelumnya.
Fluktuasi harga komoditas global, arah kebijakan energi, serta sentimen pasar internasional turut memengaruhi pergerakan saham-saham tambang.
BUMI sebagai salah satu emiten batu bara terbesar tidak terlepas dari dinamika tersebut.
Koreksi Setelah Reli Panjang
Sepanjang 2025, saham BUMI mencatatkan kenaikan signifikan. Lonjakan harga tersebut membuat saham ini menjadi sorotan investor.
Namun, setelah reli panjang, potensi koreksi teknikal menjadi hal yang lazim terjadi.
Aksi ambil untung serta restrukturisasi kepemilikan kerap muncul setelah periode penguatan yang ekstrem.
Investor Tunggu Keterbukaan Informasi
Pasar kini menantikan keterbukaan informasi resmi terkait transaksi besar di pasar negosiasi.
Biasanya, transaksi dalam jumlah signifikan akan disertai laporan perubahan kepemilikan saham sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Informasi tersebut menjadi penting untuk memberikan kejelasan bagi investor terkait arah kepemilikan dan sentimen jangka menengah.
Peran Emiten dalam Menjaga Transparansi
Dalam situasi volatil seperti ini, keterbukaan informasi dari emiten menjadi krusial.
Transparansi dapat membantu meredam spekulasi berlebihan dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.
Pelaku pasar umumnya mencermati setiap pengumuman resmi untuk menilai dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan.
Risiko dan Dinamika Saham Berkapitalisasi Besar
Saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi memiliki karakter pergerakan yang cepat dan sensitif terhadap transaksi besar.
Perubahan kepemilikan dalam jumlah besar sering kali memicu volatilitas jangka pendek.
Oleh karena itu, investor biasanya mencermati pergerakan volume dan pola transaksi sebagai bagian dari analisis risiko.
Pasar Negosiasi dan Stabilitas Bursa
Keberadaan pasar negosiasi sejatinya bertujuan menjaga stabilitas pasar.
Dengan memindahkan transaksi besar ke jalur negosiasi, potensi guncangan harga di pasar reguler dapat diminimalkan.
Namun demikian, sentimen psikologis tetap dapat memengaruhi pergerakan saham di pasar terbuka.
Penutup
Transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp6,9 triliun di pasar negosiasi menjadi salah satu peristiwa paling menonjol di pasar modal awal 2026.
Besarnya nilai transaksi dan koreksi harga hampir 25 persen mencerminkan dinamika tinggi dalam pergerakan saham energi.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada keterbukaan informasi lanjutan, arah kepemilikan saham, serta kondisi sektor energi secara keseluruhan.
Pasar kini memasuki fase kehati-hatian, sembari menunggu kejelasan sentimen yang akan menentukan arah pergerakan saham BUMI selanjutnya.
Baca Juga : Saham BUMI Merosot, Transaksi Tembus Rp1,3 Triliun
Cek Juga Artikel Dari Platform : zonamusiktop

