Pemkab Aceh Barat Usul Rp200 Miliar untuk Pulihkan Infrastruktur

beritabumi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat secara resmi mengajukan usulan anggaran sebesar Rp200 miliar kepada pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat serangkaian bencana alam. Langkah strategis ini diambil menyusul banyaknya fasilitas publik, terutama akses jalan dan jembatan penghubung antar-kecamatan, yang kondisinya kian memprihatinkan. Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada distribusi komoditas ekonomi dan akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman.
Beberapa poin utama yang menjadi sasaran alokasi anggaran usulan pemulihan infrastruktur tersebut meliputi:
- Rehabilitasi Jembatan Utama: Fokus pada perbaikan permanen jembatan-jembatan bentang panjang yang menjadi urat nadi logistik namun saat ini hanya bisa dilalui secara terbatas menggunakan lantai kayu darurat.
- Normalisasi Aliran Sungai dan Tanggul: Alokasi untuk pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan serta penguatan tanggul di titik-titik rawan jebol guna mencegah banjir berulang saat intensitas hujan tinggi.
- Perbaikan Jalan Lingkar Kabupaten: Pemulihan aspal jalan yang amblas akibat longsor di wilayah perbukitan agar konektivitas antar-desa kembali normal dan aman bagi kendaraan berat pengangkut hasil bumi.
- Pembangunan Sarana Evakuasi Permanen: Pengadaan jalur evakuasi yang lebih memadai dan kokoh di kawasan pesisir sebagai bagian dari manajemen risiko bencana jangka panjang.
Pemerintah daerah berharap usulan ini mendapatkan prioritas dalam anggaran pendapatan dan belanja negara, mengingat keterbatasan APBD kabupaten untuk menangani kerusakan berskala besar secara mandiri. Pematangan data teknis telah dilakukan oleh dinas terkait guna memastikan setiap rupiah yang dikucurkan dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran. Akurasi data ini menjadi krusial agar bantuan dari pusat dapat segera cair sebelum cuaca ekstrem kembali melanda wilayah tersebut.
Melalui perbaikan infrastruktur yang masif, Pemkab Aceh Barat optimis denyut nadi ekonomi masyarakat akan kembali pulih. Kualitas konstruksi yang lebih tangguh menjadi syarat mutlak dalam proses rehabilitasi ini agar bangunan tidak mudah rusak kembali saat menghadapi tantangan alam. Komitmen pemerintah dalam membangun kembali sarana publik ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini terisolasi akibat kerusakan jalur transportasi.
