Khofifah Apresiasi Ponpes Bumi Sholawat sebagai Pusat Dakwah Umat
beritabumi.web.id Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Pesantren ini dinilai memiliki peran besar sebagai pusat dakwah sekaligus pemberdayaan umat di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.
Menurut Khofifah, pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren juga menjadi pusat pembentukan karakter, ruang pengabdian sosial, serta penggerak ekonomi masyarakat.
Bumi Sholawat disebut sebagai contoh pesantren yang mampu menjaga tradisi keislaman sekaligus melakukan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan modern.
Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Sosial
Khofifah menegaskan bahwa pesantren memiliki fungsi strategis dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan formal atau tempat ibadah semata, tetapi juga pusat pengabdian yang memberikan dampak nyata.
Ia menyampaikan bahwa pesantren seperti Bumi Sholawat memiliki kontribusi luas, mulai dari kegiatan keagamaan hingga program sosial dan ekonomi.
“Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengabdian sosial dan ekonomi serta pembentukan karakter umat,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi yang sangat dekat dengan masyarakat dan berperan dalam pembangunan sosial.
Konsistensi Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin
Salah satu hal yang diapresiasi Khofifah adalah konsistensi Ponpes Progresif Bumi Sholawat dalam menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin, yaitu Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Pesantren dinilai mampu menghadirkan dakwah yang sejuk, inklusif, dan penuh nilai persaudaraan. Hal ini menjadi penting di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Dakwah pesantren tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan, pendidikan, serta pembinaan akhlak santri.
Dengan pendekatan tersebut, pesantren menjadi benteng moral sekaligus penyejuk kehidupan masyarakat.
Pendidikan Berkualitas dan Berorientasi Global
Khofifah juga menyoroti bagaimana Bumi Sholawat mampu mengembangkan pendidikan berkualitas dengan standar yang lebih luas. Pesantren progresif ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membangun sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia.
Pendidikan pesantren kini dituntut untuk mampu menjawab kebutuhan generasi muda, baik dalam bidang ilmu keislaman maupun ilmu pengetahuan umum.
Pesantren yang mampu memadukan keduanya akan melahirkan generasi yang alim, cerdas, serta siap menghadapi tantangan global.
Khofifah melihat pesantren sebagai ruang strategis untuk membentuk sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
Pemberdayaan Ekonomi Umat Jadi Peran Penting Pesantren
Selain dakwah dan pendidikan, pesantren juga dinilai berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Khofifah menyebut bahwa pesantren dapat menjadi pusat penguatan ekonomi umat melalui berbagai program kemandirian. Pesantren sering kali membangun unit usaha, koperasi, pelatihan keterampilan, hingga program kewirausahaan berbasis komunitas.
Dengan demikian, pesantren tidak hanya mencetak santri yang paham agama, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Peran ini sangat relevan dalam mendorong kesejahteraan umat di tingkat lokal.
Pesantren Menjaga Keseimbangan Spiritual dan Sosial
Khofifah menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan keshalehan sosial.
Pesantren menjadi ruang pembinaan akhlak sekaligus pusat pendidikan yang membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sosialnya.
“Pesantren seperti Bumi Sholawat ini menjadi penjalin sinergi antara ilmu, akhlak, dan pengabdian,” kata Khofifah.
Menurutnya, kekuatan pesantren terletak pada kemampuannya merawat nilai-nilai luhur sambil tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Santri dan Alumni Diharapkan Menjawab Tantangan Era Digital
Khofifah juga menekankan pentingnya peran santri dan alumni pesantren dalam menjawab tantangan masa kini, termasuk era digital dan globalisasi.
Generasi muda hidup dalam dunia yang semakin terbuka. Informasi bergerak cepat dan budaya global masuk tanpa batas. Dalam kondisi seperti ini, pesantren menjadi bekal penting agar santri tetap memiliki jati diri keislaman dan keindonesiaan.
Nilai-nilai pesantren seperti adab, disiplin, serta semangat kebersamaan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi perubahan zaman.
Khofifah meyakini pesantren dapat menjaga harmoni sosial dan memperkuat ketahanan bangsa.
Doa untuk Para Masyayikh dan Harapan Pesantren Terus Istiqamah
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan doa untuk para masyayikh yang telah wafat. Ia berharap para ulama mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ia juga berharap Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat terus istiqamah dalam menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
Pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang alim, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penutup: Pesantren sebagai Pilar Pembangunan SDM Berkarakter
Apresiasi Khofifah terhadap Ponpes Bumi Sholawat menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam pembangunan Jawa Timur. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, dakwah yang damai, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Dengan sinergi antara ilmu, akhlak, dan pengabdian sosial, pesantren menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
Ponpes Bumi Sholawat menjadi contoh bahwa pesantren dapat terus berkembang, modern, dan tetap menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog
