Badai Salju Lumpuhkan Bandara Amsterdam
Cuaca Ekstrem Hantam Eropa Barat
Gelombang badai salju yang melanda sejumlah wilayah Eropa Barat menimbulkan dampak besar terhadap sistem transportasi, terutama penerbangan. Salah satu bandara tersibuk di Eropa, Bandara Internasional Schiphol, mengalami gangguan serius akibat salju tebal dan lapisan es yang menyelimuti landasan pacu serta badan pesawat.
Kondisi ini menyebabkan ratusan penerbangan harus dibatalkan dan ribuan penumpang terpaksa terlantar di area bandara. Salju yang turun sejak malam sebelumnya membuat operasional penerbangan tidak dapat berjalan normal demi menjaga keselamatan.
Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Pihak bandara mengonfirmasi bahwa setidaknya 800 penerbangan dibatalkan pada Rabu, 7 Januari 2026. Pembatalan mencakup penerbangan domestik maupun internasional yang dijadwalkan berangkat dan tiba di Schiphol.
Pembatalan massal ini membuat jadwal penerbangan kacau dan memicu antrean panjang di berbagai titik bandara. Banyak penumpang yang baru mengetahui pembatalan saat tiba di bandara, sementara sebagian lainnya sudah menerima pemberitahuan lebih awal dari maskapai.
Ribuan Penumpang Terlantar di Schiphol
Akibat pembatalan penerbangan, lebih dari seribu penumpang terpaksa bermalam di dalam terminal Bandara Schiphol. Pihak bandara menyiapkan ratusan tempat tidur darurat, selimut, serta makanan ringan dan sarapan untuk para pelancong yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Suasana terminal berubah menjadi area penampungan sementara. Penumpang terlihat beristirahat di lantai, kursi tunggu, dan area yang telah disiapkan khusus oleh otoritas bandara.
Upaya Bandara Menangani Krisis
Manajemen Bandara Schiphol menyatakan bahwa staf bekerja tanpa henti untuk membersihkan salju dari landasan pacu dan melakukan proses de-icing atau penghilangan es dari pesawat. Proses ini sangat penting untuk memastikan keselamatan penerbangan, namun membutuhkan waktu dan peralatan khusus.
Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta otoritas meteorologi untuk memantau perkembangan cuaca dan menentukan kapan operasional bisa kembali normal.
Respons Maskapai KLM
Maskapai penerbangan nasional Belanda, KLM, menyatakan bahwa pihaknya telah mengurangi kepadatan penumpang di bandara dengan memberikan pemberitahuan pembatalan lebih awal kepada sebagian penumpang.
Menurut pernyataan KLM, langkah tersebut membantu mengurangi antrean dan mencegah penumpukan penumpang di terminal. Meski demikian, maskapai mengakui bahwa kondisi cuaca ekstrem ini berada di luar kendali dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Dampak Meluas ke Transportasi Darat
Gangguan akibat badai salju tidak hanya terjadi di sektor penerbangan. Jaringan transportasi darat di Belanda juga terdampak parah. Jalan raya tertutup salju dan es, menyebabkan kemacetan panjang di berbagai wilayah.
Dilaporkan, total kemacetan mencapai lebih dari 700 kilometer, menjadikannya salah satu kondisi lalu lintas terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kendaraan, terutama truk, mengalami kesulitan melintas dan tidak sedikit yang tergelincir akibat licinnya jalan.
Gangguan Jaringan Kereta Api
Operator kereta api nasional Belanda, Nederlandse Spoorwegen (NS), mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan jika tidak mendesak. Hujan salju dan suhu rendah menyebabkan keterlambatan, pembatalan, serta perubahan jadwal perjalanan kereta di sejumlah rute utama.
NS menyebutkan bahwa kondisi rel yang tertutup salju dan es memerlukan penanganan khusus demi keselamatan penumpang, sehingga tidak semua layanan dapat dioperasikan secara normal.
Risiko Bagi Pengemudi di Jalan Raya
Para pengemudi yang tetap nekat melakukan perjalanan di tengah badai salju menghadapi risiko besar. Selain kemacetan panjang, banyak laporan kendaraan tergelincir, terutama truk besar yang kesulitan menjaga kestabilan di jalan licin.
Otoritas setempat mengingatkan masyarakat agar hanya bepergian jika benar-benar diperlukan dan memastikan kendaraan dalam kondisi siap menghadapi cuaca ekstrem, termasuk penggunaan ban musim dingin.
Badai Salju dan Perubahan Iklim
Fenomena badai salju ekstrem yang melanda Eropa Barat kembali memunculkan diskusi tentang dampak perubahan iklim. Para ahli cuaca menilai bahwa pola cuaca semakin tidak menentu, dengan intensitas badai yang lebih kuat dan dampak yang lebih luas.
Meski musim dingin bukan hal baru bagi Eropa, frekuensi dan skala gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem dinilai semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembatalan ratusan penerbangan tidak hanya berdampak pada penumpang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi maskapai, bandara, serta sektor pariwisata. Hotel, layanan transportasi, dan bisnis terkait perjalanan turut merasakan dampaknya.
Bagi penumpang, keterlambatan dan pembatalan ini menyebabkan gangguan jadwal, biaya tambahan, serta tekanan psikologis, terutama bagi mereka yang memiliki agenda penting atau perjalanan lanjutan.
Penutup: Menanti Normalisasi Cuaca
Hingga cuaca membaik, Bandara Schiphol dan otoritas transportasi Belanda terus bekerja untuk memulihkan operasional secara bertahap. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari bandara dan maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Badai salju yang melumpuhkan Amsterdam menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat berdampak besar pada mobilitas global. Di tengah tantangan ini, keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait.
Baca Juga : Warga Sampang Bangun Jalan Desa Lewat Live TikTok
Cek Juga Artikel Dari Platform : hotviralnews

