Bukan Venus, Merkurius Paling Dekat dengan Bumi
Selama puluhan tahun, pengetahuan populer—mulai dari buku pelajaran sekolah hingga infografik astronomi—mengajarkan satu hal yang tampak pasti: Venus adalah planet terdekat dengan Bumi. Dalam banyak ilustrasi Tata Surya, Venus memang terlihat sebagai “tetangga” alami Bumi, sementara Mars kerap disebut sebagai alternatif kedua. Namun, sebuah penelitian ilmiah justru membongkar kekeliruan mendasar dari pemahaman tersebut.
Faktanya, planet yang paling sering berada dekat dengan Bumi bukanlah Venus atau Mars, melainkan Merkurius. Lebih mengejutkan lagi, Merkurius ternyata juga menjadi planet yang paling sering dekat secara rata-rata dengan hampir semua planet lain di Tata Surya—bahkan dengan Neptunus yang berada di tepi sistem planet kita.
Penelitian yang Mengubah Cara Pandang
Temuan ini berasal dari riset kolaboratif para ilmuwan dari NASA, Los Alamos National Laboratory, dan US Army Engineer Research and Development Center. Alih-alih menggunakan pendekatan konvensional, para peneliti melakukan simulasi komputer pergerakan delapan planet selama 10.000 tahun.
Yang dihitung bukanlah jarak terdekat sesaat—seperti ketika dua planet berada pada posisi paling berdekatan—melainkan jarak rata-rata antarplanet sepanjang waktu. Pendekatan inilah yang mengubah segalanya.
Selama ini, kesalahan terjadi karena “planet terdekat” sering dimaknai sebagai jarak minimum pada satu momen tertentu. Padahal, planet terus bergerak mengelilingi Matahari dengan kecepatan dan lintasan berbeda. Jika dihitung dalam jangka panjang, hasilnya bisa sangat berbeda dari intuisi visual semata.
Metode Ilmiah di Balik Temuan Mengejutkan
Penelitian ini menggunakan pendekatan matematis yang disebut point-circle method (PCM). Dalam metode ini, orbit planet diperlakukan sebagai lingkaran konsentris dengan Matahari di pusatnya. Setiap planet dianggap sebagai titik yang bergerak secara merata di sepanjang orbit tersebut.
Dari pendekatan ini muncul konsep yang dikenal sebagai whirly-dirly corollary. Prinsipnya sederhana namun kuat: semakin kecil radius orbit sebuah planet, semakin kecil pula jarak rata-ratanya dengan planet-planet lain.
Merkurius memiliki radius orbit sekitar 0,39 AU (astronomical unit), jauh lebih kecil dibandingkan Venus yang berada di 0,72 AU, atau Mars di sekitar 1,52 AU. Karena orbitnya paling dekat dengan Matahari dan kecepatannya paling tinggi, Merkurius secara statistik “lebih sering lewat” dekat planet lain, termasuk Bumi.
Mengapa Bumi Lebih Sering Dekat dengan Merkurius?
Secara kasatmata, Venus memang bisa berada lebih dekat ke Bumi dibandingkan Merkurius pada momen tertentu. Namun, posisi seperti itu jarang terjadi dan berlangsung singkat. Dalam sebagian besar waktu, Venus berada di sisi lain Matahari atau pada jarak yang relatif lebih jauh.
Sebaliknya, Merkurius—karena orbitnya kecil dan cepat—sering berada pada posisi yang secara rata-rata lebih dekat ke Bumi. Jika jarak antarplanet dihitung setiap hari selama ribuan tahun, Merkurius muncul sebagai planet dengan jarak rata-rata paling kecil terhadap Bumi.
Inilah alasan mengapa kesimpulan lama dianggap keliru secara matematis. Definisi “terdekat” yang digunakan selama ini terlalu sederhana dan tidak mencerminkan dinamika orbital sebenarnya.
Bahkan Neptunus Paling Dekat ke Merkurius?
Salah satu hasil paling mencengangkan dari studi ini adalah temuan bahwa Merkurius juga menjadi planet terdekat rata-rata bagi Neptunus. Padahal, Neptunus berada di ujung Tata Surya, sangat jauh dari planet-planet dalam.
Namun secara statistik, prinsip yang sama berlaku. Karena Merkurius memiliki orbit terkecil, jarak rata-ratanya terhadap semua planet—termasuk Neptunus—tetap lebih kecil dibandingkan jarak rata-rata planet lain satu sama lain.
Temuan ini menegaskan bahwa ukuran orbit lebih berpengaruh dalam perhitungan jarak rata-rata dibandingkan jarak maksimum atau minimum yang sering ditonjolkan dalam ilustrasi populer.
Tidak Mengubah Urutan Planet, Tapi Mengubah Pemahaman
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak mengubah urutan planet atau jarak fisik sesungguhnya dari Matahari. Venus tetap planet kedua, Bumi tetap planet ketiga, dan Merkurius tetap planet terdalam di Tata Surya.
Namun, penelitian ini mengubah cara kita memahami istilah “planet terdekat”. Dalam konteks ilmiah dan statistik jangka panjang, kedekatan bukanlah soal satu momen dramatis, melainkan soal rata-rata posisi sepanjang waktu.
Dengan kata lain, planet yang terlihat paling dekat belum tentu yang paling sering dekat.
Viral dan Mengguncang Pengetahuan Populer
Penelitian ini pertama kali diterbitkan pada 2023, namun kembali viral setelah diperbarui dan dibahas luas pada akhir 2025. Banyak warganet mengaku terkejut karena menyadari bahwa pemahaman mereka selama ini dibangun di atas asumsi visual, bukan perhitungan matematis jangka panjang.
Fenomena ini juga menjadi contoh bagaimana sains terus berkembang dan mengoreksi pengetahuan lama. Bahkan konsep yang diajarkan selama puluhan tahun pun bisa direvisi ketika metode analisis yang lebih akurat digunakan.
Pelajaran Penting dari Tata Surya
Kisah Merkurius sebagai “planet terdekat” mengajarkan satu hal penting dalam sains: definisi sangat menentukan kesimpulan. Jika kita mendefinisikan kedekatan sebagai jarak minimum sesaat, maka Venus bisa dianggap terdekat. Namun jika yang digunakan adalah jarak rata-rata sepanjang waktu, jawabannya berubah drastis.
Dalam astronomi, dan sains secara umum, realitas sering kali lebih kompleks daripada yang terlihat. Pergerakan planet bukanlah gambar statis, melainkan tarian kosmik yang berlangsung terus-menerus.
Kesimpulan: Tetangga Paling Setia di Tata Surya
Kesimpulannya jelas dan tegas. Dalam kerangka statistik jangka panjang, Merkurius adalah planet yang paling sering berada dekat dengan Bumi—bahkan dengan hampir semua planet lain di Tata Surya.
Ia mungkin bukan planet yang paling sering dibicarakan, bukan pula yang paling mencolok di langit malam. Namun secara matematis, Merkurius adalah “tetangga paling setia” yang terus menemani planet-planet lain dalam tarian orbit mengelilingi Matahari.
Dalam astronomi, yang “paling dekat” tidak selalu yang tampak dekat. Dan Merkurius adalah bukti bahwa semesta kerap menyimpan kejutan di balik angka dan perhitungan.
Baca Juga : Kisaran Harga Saham BUMI Ditinjau Ulang Investor
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : liburanyuk

