10 Titik Longsor dan Pohon Tumbang Landa Gunungkidul
Hujan Deras Picu Rentetan Bencana
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sejak Sabtu pagi, 10 Januari 2026, memicu serangkaian bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Gunungkidul) mencatat sedikitnya 10 titik longsor serta sejumlah kejadian pohon tumbang yang tersebar di beberapa kecamatan.
Selain longsor dan pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan genangan banjir di wilayah-wilayah yang memang dikenal rawan tergenang saat curah hujan tinggi. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa petugas melakukan penanganan cepat di lapangan.
Banjir Sempat Genangi Tanjungsari
Informasi yang beredar di media sosial menunjukkan adanya genangan banjir di sebagian wilayah Kecamatan Tanjungsari. Air menggenangi ruas jalan dan pekarangan warga di titik-titik yang secara historis memang sering terdampak banjir saat hujan deras.
BPBD Gunungkidul memastikan bahwa genangan tersebut bersifat sementara dan berangsur surut setelah intensitas hujan menurun. Meski demikian, kejadian ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu akses transportasi warga.
Sepuluh Titik Longsor di Empat Kecamatan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa longsor tersebar di empat kecamatan utama, yakni Kecamatan Patuk, Kecamatan Ponjong, Kecamatan Gedangsari, dan Kecamatan Nglipar.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Kepil RT 010/RW 003, Desa Putat, Kecamatan Patuk. Di titik ini, material longsor berupa tanah dan batu menutup bahu jalan serta saluran drainase.
“Tanah longsor menutup bahu jalan dan drainase, kategorinya rusak ringan,” kata Purwono saat dihubungi pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Akses Jalan dan Drainase Tertutup
Di sejumlah titik, longsoran menyebabkan akses jalan warga tertutup sebagian maupun total. Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga, terutama di daerah perbukitan dengan lebar jalan terbatas.
Selain menutup jalan, longsor juga mengganggu fungsi drainase. Saluran air yang tertutup material longsor meningkatkan risiko genangan lanjutan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum
BPBD Gunungkidul mencatat dampak longsor tidak hanya pada infrastruktur jalan, tetapi juga bangunan milik warga. Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat tertimpa material longsor.
“Nilai kerugian akibat longsor dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ujar Purwono.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan. Longsor dilaporkan terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Ponjong, di mana material longsor memicu pohon tumbang yang kemudian menimpa bangunan sekolah. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membahayakan aktivitas belajar mengajar.
Pohon Tumbang Landa Wilayah Selatan dan Timur
Selain longsor, hujan deras dan angin kencang turut menyebabkan bencana pohon tumbang di sejumlah wilayah. BPBD mencatat kejadian pohon tumbang melanda Kecamatan Tepus, Kecamatan Girisubo, hingga Kecamatan Gedangsari.
Pohon tumbang tersebut menimpa atap rumah warga, merusak bangunan, serta menutup akses jalan desa. Di beberapa lokasi, warga bersama petugas bahu-membahu mengevakuasi batang dan ranting pohon agar akses bisa kembali dibuka.
Respons Cepat Tim Reaksi Cepat
BPBD Gunungkidul mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak. Asesmen dilakukan untuk memetakan tingkat kerusakan, potensi bahaya lanjutan, serta kebutuhan mendesak warga.
“Asesmen dilakukan oleh TRC maupun pihak terkait guna meminimalisasi, baik dampak maupun korban dan melakukan penanganan di lapangan,” jelas Purwono.
Langkah awal penanganan meliputi pembersihan material longsor ringan, pemotongan pohon tumbang, serta pemasangan tanda peringatan di lokasi rawan.
Imbauan Waspada Longsor Susulan
BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan pohon tumbang susulan. Kondisi tanah yang masih jenuh air meningkatkan risiko pergerakan tanah, terutama di wilayah perbukitan dan lereng curam.
Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau BPBD jika menemukan tanda-tanda awal longsor, seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari lereng.
Musim Hujan dan Kerentanan Gunungkidul
Gunungkidul dikenal memiliki kontur wilayah berbukit dan berbatu karst, yang di satu sisi mampu menyerap air dengan cepat, namun di sisi lain rentan longsor di titik-titik tertentu saat hujan deras berlangsung lama.
Rentetan kejadian longsor dan pohon tumbang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi puncak musim hujan.
Penutup
Sedikitnya 10 titik longsor dan sejumlah pohon tumbang yang melanda beberapa kecamatan di Gunungkidul menunjukkan dampak nyata cuaca ekstrem. Meski sebagian besar kejadian tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan rumah warga tetap menjadi perhatian serius.
BPBD Gunungkidul bersama unsur terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti arahan petugas demi mengurangi risiko bencana lanjutan.
Baca Juga : 2 Titik Longsor Putus Akses Malang–Pasuruan
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

