Warga Sampang Bangun Jalan Desa Lewat Live TikTok
Inisiatif Warga dari Pelosok Madura
Sebuah inisiatif unik dan kreatif datang dari Dusun Creccet, Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Warga setempat memilih cara tak biasa untuk memperbaiki jalan desa yang rusak: menggalang dana melalui saweran warganet lewat siaran langsung di TikTok.
Aksi ini viral setelah sejumlah video live streaming beredar di media sosial. Dalam tayangan tersebut, warga tampak bekerja bersama memperbaiki jalan sembari berinteraksi dengan penonton. Respons warganet pun beragam, mulai dari rasa kagum hingga dorongan untuk ikut membantu melalui gift digital.
Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
Kondisi jalan di Dusun Creccet telah lama menjadi keluhan warga. Jalan yang berlubang dan rusak parah menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan. Akses tersebut merupakan jalur penting bagi warga untuk bekerja, bersekolah, serta mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Namun hingga waktu yang cukup lama, perbaikan jalan belum juga terealisasi. Kondisi inilah yang mendorong warga untuk bergerak secara mandiri, tanpa menunggu bantuan dari pemerintah desa maupun kabupaten.
TikTok Dimanfaatkan sebagai Alat Gotong Royong Digital
Di tengah keterbatasan dana, warga kemudian memanfaatkan TikTok sebagai sarana penggalangan dana. Mereka melakukan live streaming secara rutin, menampilkan proses pembangunan jalan secara langsung agar warganet bisa melihat kondisi lapangan secara nyata.
Siaran langsung ini menjadi ruang interaksi dua arah. Penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berpartisipasi dengan mengirimkan gift atau hadiah digital. Setiap gift yang masuk dikonversi menjadi saldo yang kemudian digunakan untuk membeli material bangunan seperti semen, pasir, dan batu.
Live Streaming Tiga Kali Sehari
Penggalangan dana melalui TikTok tidak dilakukan secara sporadis. Warga menjadwalkan live streaming tiga kali sehari, yakni pada pagi, siang, dan malam. Konsistensi ini membuat siaran mereka semakin dikenal dan rutin ditunggu oleh para penonton.
Dalam setiap sesi live, warga memperlihatkan progres pembangunan jalan. Beberapa di antaranya bahkan ikut menari atau bercanda ringan sebagai bentuk apresiasi saat warganet mengirimkan gift. Suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi daya tarik tersendiri.
60 Persen Dana Berasal dari Gift TikTok
Hasil dari strategi gotong royong digital ini cukup signifikan. Sekitar 60 persen dari total dana pembangunan jalan berasal dari gift TikTok, sementara sisanya diperoleh dari sumbangan sukarela warga sekitar, baik dalam bentuk uang, material, maupun tenaga.
Skema pendanaan ini menunjukkan bahwa solidaritas publik di ruang digital dapat berdampak nyata di dunia nyata, bahkan untuk kebutuhan infrastruktur dasar di desa.
Pengakuan Warga: Tanpa Campur Tangan Pemerintah
Salah seorang warga Dusun Creccet, Nur Hasan Ali Tamam, mengonfirmasi bahwa proyek pembangunan jalan tersebut sepenuhnya dilakukan secara swadaya.
“Hingga saat ini belum ada campur tangan dari pihak pemerintah, baik dari pemerintah desa maupun dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Menurut Nur Hasan, keputusan untuk bergerak mandiri diambil karena kebutuhan warga sudah sangat mendesak. Mereka berharap jalan yang dibangun dapat segera digunakan dengan aman oleh seluruh warga.
Gotong Royong Jadi Kunci Keberhasilan
Meski penggalangan dana dilakukan secara digital, kekuatan utama pembangunan jalan ini tetap terletak pada gotong royong warga. Hampir setiap hari, warga turun langsung ke lokasi untuk bekerja bersama, mulai dari mengangkut material hingga meratakan jalan.
Kebersamaan ini mempercepat proses pembangunan sekaligus memperkuat rasa solidaritas antarwarga. Jalan yang dibangun menjadi simbol kerja kolektif dan kepedulian bersama.
Respons Publik dan Media Sosial
Aksi warga Sampang ini menuai respons luas dari publik. Banyak warganet memuji kreativitas dan kemandirian warga desa. Di sisi lain, tak sedikit pula yang menyayangkan kondisi infrastruktur yang membuat masyarakat harus mengandalkan media sosial untuk membangun jalan.
Fenomena ini memicu diskusi tentang peran teknologi digital dalam membantu pembangunan desa, sekaligus menjadi cerminan tantangan pemerataan infrastruktur di daerah.
TikTok sebagai Ruang Solidaritas Baru
Kasus ini menunjukkan pergeseran fungsi media sosial. TikTok yang selama ini identik dengan hiburan, kini menjadi ruang solidaritas dan gotong royong digital. Melalui fitur live dan gift, masyarakat dari berbagai daerah bisa turut membantu warga desa yang membutuhkan.
Bagi warga Dusun Creccet, TikTok menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan lokal dengan empati publik yang lebih luas.
Harapan di Balik Jalan yang Dibangun
Meski berhasil membangun jalan secara swadaya, warga menegaskan bahwa inisiatif ini bukan untuk menggantikan peran pemerintah. Mereka berharap aksi ini justru menjadi perhatian bagi pihak terkait agar infrastruktur desa mendapat perhatian yang lebih serius.
Warga juga berharap jalan yang dibangun dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan keselamatan, sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi dan kreativitas bisa menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan.
Penutup: Gotong Royong di Era Digital
Aksi warga Dusun Creccet membangun jalan desa lewat saweran live TikTok menjadi potret baru gotong royong di era digital. Di tengah keterbatasan, warga mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan mendesak secara kolektif.
Kisah ini bukan sekadar viral, tetapi juga refleksi tentang kekuatan solidaritas, kreativitas masyarakat, dan potensi media sosial sebagai alat perubahan sosial. Jalan yang dibangun mungkin sederhana, tetapi pesan yang disampaikan sangat kuat: ketika kebutuhan mendesak bertemu dengan kepedulian bersama, perubahan bisa terjadi—bahkan dari sebuah siaran langsung di ponsel.
Baca Juga : Warga Banyu Urip Keluhkan Tagihan Gas, Ini Penjelasannya
Cek Juga Artikel Dari Platform : baliutama

