Treasure Global Lepas 18,19 Miliar Saham BUMI
Aksi Korporasi Besar di Awal 2026
Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar modal setelah salah satu pemegang sahamnya, Treasure Global Investment Limited, melakukan aksi penjualan saham dalam jumlah sangat besar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), Treasure Global Investment Limited melepas sebagian kepemilikannya pada 19 Januari 2026.
Transaksi ini menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di pasar modal Indonesia pada awal tahun 2026, mengingat nilai dan volume saham yang berpindah tangan tergolong signifikan.
Penjualan 18,19 Miliar Saham Sekaligus
Mengacu pada keterbukaan informasi BEI yang dirilis pada Rabu, 21 Januari 2026, Treasure Global Investment Limited menjual sebanyak 18.195.000.000 saham atau setara 18,19 miliar saham BUMI.
Harga transaksi tercatat sebesar Rp380 per saham.
Dengan harga tersebut, nilai transaksi penjualan saham mencapai sekitar Rp6,91 triliun.
Nilai ini sejalan dengan lonjakan transaksi yang sebelumnya tercatat di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia.
Tujuan Transaksi untuk Restrukturisasi
Dalam keterbukaan informasi disebutkan bahwa tujuan transaksi tersebut adalah untuk restrukturisasi pemegang saham.
Treasure Global Investment Limited menegaskan bahwa transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung.
Artinya, aksi tersebut bukan merupakan pelepasan ke publik secara acak, melainkan bagian dari penataan struktur kepemilikan saham perusahaan.
Langkah ini lazim dilakukan dalam korporasi besar untuk penyesuaian strategi kepemilikan jangka panjang.
Kepemilikan Saham Turun Signifikan
Setelah transaksi penjualan tersebut, porsi kepemilikan Treasure Global Investment Limited di PT Bumi Resources Tbk mengalami penurunan signifikan.
Sebelumnya, perusahaan tersebut menggenggam sekitar 30 miliar saham atau setara 8,08 persen dari total saham beredar.
Pasca transaksi, kepemilikan menyusut menjadi sekitar 11,80 miliar saham atau setara 3,18 persen.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran struktur pemegang saham BUMI yang cukup besar.
Berkaitan dengan Lonjakan Pasar Negosiasi
Aksi penjualan Treasure Global Investment Limited ini berkorelasi dengan lonjakan transaksi saham BUMI di pasar negosiasi pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.
Pada hari tersebut, data RTI mencatat nilai transaksi saham BUMI di pasar negosiasi mencapai sekitar Rp6,9 triliun.
Jumlah tersebut hampir identik dengan nilai transaksi yang tercatat dalam keterbukaan informasi BEI.
Hal ini mengonfirmasi bahwa transaksi negosiasi besar tersebut berasal dari aksi pelepasan saham oleh Treasure Global Investment Limited.
Pergerakan Harga Saham di Pasar Negosiasi
Dalam perdagangan pasar negosiasi, harga saham BUMI tercatat bergerak sangat fluktuatif.
Harga tertinggi tercatat berada di level Rp450 per saham, sementara harga terendah menyentuh Rp350 per saham.
Pada penutupan perdagangan, harga saham BUMI di pasar negosiasi tercatat berada di posisi Rp350 per saham atau turun 24,89 persen.
Fluktuasi tajam ini mencerminkan besarnya volume saham yang berpindah tangan dalam waktu singkat.
Kondisi Berbeda di Pasar Reguler
Menariknya, pergerakan saham BUMI di pasar reguler menunjukkan arah yang berbeda.
Pada hari yang sama, saham BUMI di pasar reguler justru ditutup menguat 0,49 persen ke posisi Rp412 per saham.
Saham dibuka stagnan di level Rp410, dengan pergerakan harian di kisaran Rp390 hingga Rp412 per saham.
Kondisi ini menegaskan perbedaan mekanisme harga antara pasar reguler dan pasar negosiasi.
Aktivitas Perdagangan Sangat Tinggi
Dari sisi aktivitas, perdagangan saham BUMI di pasar reguler tercatat sangat ramai.
Total frekuensi transaksi mencapai 228.165 kali dengan volume perdagangan sekitar 242,14 juta saham.
Nilai transaksi harian di pasar reguler mencapai Rp9,3 triliun.
Kapitalisasi pasar BUMI tercatat sebesar Rp152,9 triliun, menempatkannya sebagai salah satu emiten berkapitalisasi besar di sektor energi.
Karakteristik Pasar Negosiasi
Pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia merupakan mekanisme khusus untuk transaksi saham dalam jumlah besar.
Harga dan volume ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli, bukan melalui sistem lelang terbuka.
Tujuan utama mekanisme ini adalah meminimalkan gejolak harga di pasar reguler akibat transaksi jumbo.
Namun demikian, dampak psikologis dari transaksi besar tetap dapat memengaruhi sentimen investor.
Respons Pasar terhadap Aksi Korporasi
Aksi pelepasan saham dalam jumlah besar kerap menimbulkan kewaspadaan di kalangan investor.
Namun, tidak semua aksi jual mencerminkan sentimen negatif terhadap kinerja perusahaan.
Dalam banyak kasus, restrukturisasi kepemilikan dilakukan untuk efisiensi, penyesuaian strategi, atau penguatan struktur modal.
Oleh karena itu, pelaku pasar biasanya menunggu klarifikasi lanjutan sebelum menarik kesimpulan jangka panjang.
Kinerja Saham BUMI dalam Jangka Panjang
Meski mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, kinerja saham BUMI sepanjang tahun sebelumnya tergolong sangat kuat.
Sepanjang tahun 2025, saham BUMI tercatat melonjak hingga 240,50 persen.
Kenaikan tersebut menjadikan saham ini sebagai salah satu emiten energi dengan performa terbaik di Bursa Efek Indonesia.
Lonjakan harga yang tinggi tersebut juga meningkatkan potensi aksi ambil untung dan restrukturisasi kepemilikan.
Koreksi Lima Hari Terakhir
Dalam jangka pendek, saham BUMI mengalami tekanan.
Selama lima hari perdagangan terakhir, harga saham BUMI tercatat melemah sekitar 11,97 persen.
Koreksi tersebut dinilai sebagai fase konsolidasi setelah reli panjang yang terjadi sepanjang 2025.
Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar yang masih sangat aktif.
Fokus Investor pada Transparansi
Setelah keterbukaan informasi dirilis, perhatian investor kini tertuju pada struktur kepemilikan terbaru serta arah pergerakan saham ke depan.
Transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar, terutama bagi emiten dengan tingkat likuiditas tinggi seperti BUMI.
Keterbukaan informasi yang tepat waktu membantu investor memahami konteks transaksi besar yang terjadi.
Dinamika Saham Energi Awal Tahun
Memasuki awal 2026, sektor energi masih menjadi salah satu sektor dengan volatilitas tinggi.
Perubahan harga komoditas global, kebijakan energi, serta dinamika permintaan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan saham tambang.
BUMI sebagai salah satu pemain utama di sektor batu bara tidak terlepas dari dinamika tersebut.
Penutup
Aksi Treasure Global Investment Limited yang melepas 18,19 miliar saham PT Bumi Resources Tbk menjadi peristiwa penting di pasar modal Indonesia awal 2026.
Dengan nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun, langkah ini mengonfirmasi lonjakan aktivitas di pasar negosiasi yang sempat mencuri perhatian investor.
Meski menimbulkan volatilitas jangka pendek, transaksi tersebut secara resmi dilakukan dalam rangka restrukturisasi kepemilikan.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan struktur pemegang saham serta dinamika sektor energi yang menjadi faktor utama pergerakan saham BUMI.
Baca Juga : 5 Cara Efektif Jaga Bumi Tetap Sehat dan Bersih
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

