Gempa 7,0 SR Guncang Taiwan, Satu Korban Jiwa Dilaporkan
Gempa Bumi 7,0 Skala Richter Guncang Taiwan, Satu Orang Tewas
Gempa bumi kuat berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang wilayah Taiwan pada Sabtu malam waktu setempat. Guncangan terasa luas hingga ke sejumlah kota besar dan kabupaten, memicu kepanikan warga serta mengganggu aktivitas malam hari. Otoritas setempat mengonfirmasi satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara pemantauan dampak gempa masih terus dilakukan.
Gempa terjadi pada pukul 23.05 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai timur laut Taiwan. Peristiwa ini menjadi salah satu gempa terkuat yang dirasakan Taiwan dalam beberapa waktu terakhir dan kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Pusat Gempa di Lepas Pantai Yilan
Berdasarkan keterangan resmi dari Central Weather Administration (CWA), pusat gempa berada di laut sekitar 32,3 kilometer di sebelah timur Balai Kabupaten Yilan. Kedalaman gempa tercatat sekitar 72,8 kilometer, tergolong gempa menengah yang mampu menimbulkan guncangan kuat di wilayah daratan.
Lokasi pusat gempa di laut membuat sebagian wilayah pesisir dan kota besar di Taiwan merasakan getaran cukup signifikan. Meski tidak berada tepat di daratan, energi gempa tetap merambat luas dan dirasakan hampir di seluruh pulau.
CWA menjelaskan bahwa karakteristik gempa ini menyebabkan guncangan terasa relatif lama di beberapa daerah, meski tidak disertai tsunami. Hingga laporan ini disusun, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh otoritas Taiwan.
Guncangan Terasa Luas di Kota-Kota Besar
Intensitas gempa, yang mengukur dampak guncangan terhadap bangunan dan lingkungan, tercatat cukup tinggi di berbagai wilayah. Menurut CWA, intensitas mencapai level 4 dalam skala intensitas tujuh tingkat Taiwan di sejumlah kota dan kabupaten.
Wilayah yang merasakan intensitas tertinggi antara lain Taipei, New Taipei, Taichung, Taoyuan, dan Tainan. Selain itu, guncangan kuat juga dirasakan di Kabupaten Hualien, Yilan, Hsinchu, Miaoli, Nantou, Changhua, Yunlin, Taitung, dan Chiayi, serta Kota Keelung, Hsinchu, dan Chiayi.
Banyak warga melaporkan merasakan bangunan bergoyang, lampu berayun, hingga barang-barang kecil jatuh dari rak. Di beberapa apartemen dan gedung perkantoran, alarm darurat berbunyi dan warga memilih keluar ruangan untuk berjaga-jaga.
Satu Korban Jiwa Dilaporkan
Media lokal Focus Taiwan melaporkan adanya satu korban jiwa akibat gempa tersebut. Seorang petugas kebersihan ditemukan meninggal dunia pada Minggu (28/12) pagi di Distrik Wugu, New Taipei.
Korban diketahui merupakan seorang pekerja pemeliharaan sekolah dasar berusia 62 tahun bernama Lin. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam gedung sekolah, beberapa jam setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Menurut keterangan Luzhou Police Station, gempa bumi menyebabkan kerusakan pada pipa air di sekolah tersebut, sehingga terjadi kebocoran air di dalam gedung. Diduga korban sedang melakukan pengecekan atau penanganan pasca gempa ketika insiden terjadi.
Kronologi Penemuan Korban
Korban ditemukan sekitar pukul 02.45 dini hari di lantai kamar mandi lantai empat gedung sekolah. Di dekat tubuhnya ditemukan sebuah tangga logam, yang mengindikasikan bahwa korban kemungkinan sedang melakukan pekerjaan perbaikan atau pemeriksaan fasilitas sekolah.
Polisi menyebutkan bahwa korban ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bernyawa. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara mengarah pada kecelakaan kerja yang terjadi dalam kondisi darurat pasca gempa.
Peristiwa ini menambah daftar dampak tragis dari gempa bumi, meskipun secara umum tidak dilaporkan adanya kerusakan besar atau korban massal.
Respons Pemerintah dan Tim Darurat
Pemerintah Taiwan segera mengaktifkan mekanisme respons darurat setelah gempa terjadi. Tim penyelamat, pemadam kebakaran, serta aparat keamanan dikerahkan untuk memeriksa kondisi infrastruktur publik, termasuk sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya.
Pemeriksaan difokuskan pada potensi kerusakan struktural, kebocoran gas, dan gangguan jaringan listrik maupun air. Sejumlah daerah melaporkan gangguan ringan, namun sebagian besar layanan publik dapat kembali beroperasi dalam waktu singkat.
Otoritas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat gempa berkekuatan besar kerap diikuti oleh aktivitas seismik lanjutan.
Taiwan dan Risiko Gempa Bumi
Taiwan berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi yang sering mengalami gempa bumi. Pertemuan lempeng tektonik di sekitar Taiwan menjadikan pulau ini rawan terhadap gempa, baik berskala kecil maupun besar.
Dalam beberapa dekade terakhir, Taiwan telah mengalami sejumlah gempa besar yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan. Pengalaman tersebut mendorong pemerintah Taiwan untuk terus memperkuat standar bangunan tahan gempa dan sistem peringatan dini.
Gempa kali ini kembali menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian.
Dampak Psikologis dan Aktivitas Warga
Selain dampak fisik, gempa bumi juga menimbulkan dampak psikologis bagi warga. Banyak masyarakat mengaku sulit tidur setelah gempa terjadi, terutama mereka yang tinggal di apartemen bertingkat atau wilayah dengan riwayat gempa kuat.
Media sosial dipenuhi unggahan warga yang membagikan pengalaman mereka saat gempa terjadi. Beberapa melaporkan berlari keluar rumah, sementara lainnya bertahan di dalam ruangan sambil berlindung di bawah meja atau struktur yang lebih aman.
Aktivitas pagi hari di beberapa wilayah sempat melambat karena warga masih memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar sebelum beraktivitas normal.
Imbauan Keselamatan dari Otoritas
Pemerintah Taiwan dan CWA mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi terkait gempa bumi. Warga diminta memastikan jalur evakuasi di rumah dan tempat kerja, serta menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, air minum, dan kotak P3K.
Bagi gedung-gedung publik dan sekolah, pemeriksaan struktur pasca gempa menjadi prioritas untuk memastikan keamanan sebelum aktivitas kembali berjalan normal. Otoritas juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi mencegah kepanikan.
Penutup
Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Taiwan pada Sabtu malam menjadi peristiwa serius yang mengguncang hampir seluruh wilayah pulau tersebut. Meski dampak kerusakan dilaporkan relatif terbatas, satu korban jiwa menjadi pengingat akan bahaya gempa bumi yang tidak bisa diprediksi.
Pemerintah dan otoritas terkait terus melakukan pemantauan serta evaluasi dampak gempa, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Peristiwa ini sekali lagi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa seperti Taiwan, demi melindungi keselamatan jiwa dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Baca Juga : PRM Bumi Puspiptek Asri Resmi Berdiri di Pagedangan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : carimobilindonesia

