Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi Besok
Asteroid 2026 JH2 diperkirakan akan melintas dekat Bumi. Fenomena ini menarik perhatian para astronom karena jaraknya yang cukup dekat dengan planet kita.
Asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 10 Mei 2026 dan terus dipantau karena pergerakannya mengarah mendekati Bumi. Hingga saat ini, jaraknya diperkirakan sekitar 90 ribu kilometer dari permukaan Bumi.
Meski terdengar dekat, para ilmuwan memastikan asteroid tersebut tidak akan menabrak Bumi. Lintasan objek luar angkasa itu telah dipelajari dan dinyatakan aman.
Bagi penggemar astronomi, fenomena ini menjadi kesempatan menarik untuk melakukan pengamatan langit menggunakan teleskop amatir.
Dipantau oleh Observatorium di Amerika Serikat
Pengamatan awal terhadap asteroid 2026 JH2 dilakukan oleh Mount Lemmon Survey menggunakan teleskop berukuran 60 inci.
Setelah ditemukan, sejumlah observatorium lain di Amerika Serikat ikut melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap orbit asteroid tersebut.
Hasil pengamatan kemudian membuat asteroid ini diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo pada 12 Mei 2026. Asteroid jenis Apollo dikenal memiliki lintasan yang mendekati orbit Bumi.
Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan jalur pergerakan asteroid tetap aman dan tidak menimbulkan ancaman bagi planet Bumi.
Ukuran Asteroid Diperkirakan hingga 35 Meter
Menurut perkiraan NASA Jet Propulsion Laboratory, asteroid 2026 JH2 memiliki ukuran antara 15 meter hingga 35 meter.
Ukuran tersebut setara dengan sekitar sepertiga panjang lapangan sepak bola Amerika. Meski tidak tergolong asteroid raksasa, objek ini tetap menjadi perhatian karena melintas cukup dekat dengan Bumi.
Para astronom menjelaskan bahwa asteroid berukuran seperti ini cukup sering melintas di dekat Bumi. Namun, sebagian besar tidak menimbulkan bahaya langsung.
Teknologi pemantauan modern membantu ilmuwan mendeteksi objek luar angkasa lebih awal sehingga potensi risiko dapat dipelajari dengan lebih baik.
Melintas Dekat Bulan Sebelum Dekati Bumi
Berdasarkan laporan Discover Magazine, asteroid JH2 diperkirakan melintas dekat Bumi sekitar pukul 21.23 UTC pada Senin, 18 Mei 2026.
Di Indonesia, fenomena tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.23 WIB pada Selasa dini hari.
Sekitar tiga jam sebelum mendekati Bumi, asteroid ini juga akan melintas dekat Bulan. Momen tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengamatan asteroid ini menarik perhatian komunitas astronomi internasional.
Penggemar astronomi yang memiliki teleskop amatir berpeluang menyaksikan lintasan asteroid tersebut jika kondisi cuaca mendukung.
NASA Pastikan Tidak Ada Ancaman Besar
Meski tidak akan menabrak Bumi, NASA tetap memberikan perhatian terhadap fenomena ini.
NASA menjelaskan bahwa asteroid yang melintas dekat Bumi kadang dapat membawa partikel batuan kecil masuk ke atmosfer. Namun, kemungkinan tersebut sangat kecil dan umumnya tidak berbahaya.
Sebagian besar benda asing yang memasuki atmosfer Bumi akan langsung terbakar akibat gesekan udara sebelum mencapai permukaan.
Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lintasan asteroid 2026 JH2. Para astronom memastikan fenomena ini lebih menjadi peristiwa menarik untuk diamati dibanding ancaman bagi Bumi.

Baca Juga Jejak Radioaktif Nuklir dan Dampaknya bagi Bumi
Cek Juga Artikel Dari Platform kabarsantai.web
