Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Enggano Bengkulu Dini Hari
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (30/12/2025) dini hari. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh BMKG melalui rilis resminya.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 02.37.40 WIB. Berdasarkan hasil analisis sementara, pusat gempa berada di 161 kilometer tenggara Enggano dengan koordinat 6,77 Lintang Selatan dan 102,54 Bujur Timur.
Kedalaman Dangkal 10 Kilometer
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat getaran gempa berpotensi dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa, meski skalanya tergolong sedang.
“#Gempa Mag:4.2, 30-Dec-2025 02:37:40 WIB, Lok:6.77LS, 102.54BT (161 km Tenggara ENGGANO-BENGKULU), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG melalui akun resmi X (Twitter).
Tidak Berpotensi Tsunami
Hingga laporan ini disampaikan, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG terkait gempa tersebut. Getaran gempa juga belum dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan maupun korban jiwa.
BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan bersifat sementara dan dapat diperbarui seiring masuknya data lanjutan dari jaringan sensor seismik.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, mengingat wilayah Bengkulu termasuk dalam zona rawan aktivitas seismik akibat pertemuan lempeng tektonik.
Wilayah Bengkulu Rawan Gempa
Sebagai informasi, Provinsi Bengkulu berada di jalur subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang kerap memicu aktivitas gempa bumi. Oleh karena itu, BMKG terus melakukan pemantauan intensif guna memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat.
BMKG kembali menegaskan bahwa rilis awal gempa mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data dapat berubah sesuai dengan kelengkapan dan pembaruan informasi selanjutnya.
Baca Juga : Bukan Polusi Udara, Ini Penyebab Bumi Terus Memanas
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ketapangnews

